Ya Allah...
jangan tinggalkan aku...
cintailah aku...
sayangilah aku...
mohon ampun atas dosa-dosaku...
bimbinglah aku ke jalanMu
jangan Engkau sesatkan aku
aku mencintaiMu ya Allah
dengan segenap jiwaku.
WELCOME!
all about shindy is here!
Jumat, 31 Oktober 2008
Kamis, 30 Oktober 2008
stuck in this moment!!
menjelang uts..menjelang uts..
wahh banyak tugas apalagi mata kuliah smester atas!
resikonya tuh,,,smester atas tugasnya ga main2...
duuuhhh...semangat!!semangat!!
ganbatte!!aku pasti bisa!! aku pasti bisa!!
ga boleh main2...ga boleh malas2an...
Ya Allah... kuatkan hambaMu ini...
pegangi aku,,
Amin.
wahh banyak tugas apalagi mata kuliah smester atas!
resikonya tuh,,,smester atas tugasnya ga main2...
duuuhhh...semangat!!semangat!!
ganbatte!!aku pasti bisa!! aku pasti bisa!!
ga boleh main2...ga boleh malas2an...
Ya Allah... kuatkan hambaMu ini...
pegangi aku,,
Amin.
sadarkah kita?
Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita melihat yang ada di depan?
Kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga kita dapat mendengar
dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian maupun kritikan,
dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar.
Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala,sehingga bagaimanapun miskinnya kita,
kita tetap kaya.Karena tak seorang pun dapat mencuri isi otak kita. Yang lebih berharga
dari segala permata yang ada.
Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu mulut.
Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam, yang dapat melukai, memfitnah,
bahkan membunuh. Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.
Kita dilahirkan dengan satu hati,yang mengingatkan kita. Untuk menghargai dan
memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati.
Belajar untuk mencintai dan menikmati untuk dicintai, tetapi,jangan pernah
mengharapkan orang lain mencintai anda dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan.
Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahwa hidup
ini terasa menjadi lebih indah.
Kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga kita dapat mendengar
dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian maupun kritikan,
dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar.
Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala,sehingga bagaimanapun miskinnya kita,
kita tetap kaya.Karena tak seorang pun dapat mencuri isi otak kita. Yang lebih berharga
dari segala permata yang ada.
Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu mulut.
Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam, yang dapat melukai, memfitnah,
bahkan membunuh. Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.
Kita dilahirkan dengan satu hati,yang mengingatkan kita. Untuk menghargai dan
memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati.
Belajar untuk mencintai dan menikmati untuk dicintai, tetapi,jangan pernah
mengharapkan orang lain mencintai anda dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan.
Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahwa hidup
ini terasa menjadi lebih indah.
hasrat untuk berubah
Ketika aku masih muda dan bebas berhayal,
aku bermimpi ingin mengubah dunia.
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,
kudapati bahwa
dunia tidak kunjung berubah.
Maka cita-cita itupun agak kupersempit,
lalu kuputuskan untuk hanya merubah negeriku.
Namun tampaknya,
hasrat itu pun tiada hasilnya.
Ketika usiaku semakin senja,
dengan semangatku yang masih tersisa,
kuputuskan untuk mengubah keluargaku,
orang-orang yang paling dekat denganku.
Tetapi celakanya,
mereka pun tidak mau diubah!
Dan kini,
sementara aku berbaring saat ajal menjelang,
tiba-tiba kusadari :
“Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku,
maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan,
mungkin aku bisa mengubah keluargaku.
Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka,
bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku.
Kemudian siapa tahu,
aku bahkan bisa mengubah dunia”
Terukir di sebuah makam di Westminster Abbey, Inggris, 1100 M
aku bermimpi ingin mengubah dunia.
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,
kudapati bahwa
dunia tidak kunjung berubah.
Maka cita-cita itupun agak kupersempit,
lalu kuputuskan untuk hanya merubah negeriku.
Namun tampaknya,
hasrat itu pun tiada hasilnya.
Ketika usiaku semakin senja,
dengan semangatku yang masih tersisa,
kuputuskan untuk mengubah keluargaku,
orang-orang yang paling dekat denganku.
Tetapi celakanya,
mereka pun tidak mau diubah!
Dan kini,
sementara aku berbaring saat ajal menjelang,
tiba-tiba kusadari :
“Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku,
maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan,
mungkin aku bisa mengubah keluargaku.
Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka,
bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku.
Kemudian siapa tahu,
aku bahkan bisa mengubah dunia”
Terukir di sebuah makam di Westminster Abbey, Inggris, 1100 M
Langganan:
Postingan (Atom)
